Selasa, 29 Juli 2008

~all~^_^


http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/09/15092003/18098&mini=

tips seputar win xp


saya akan memberi tips-tips singkat mengenai windows xp anda agar bisa berjalan lebih cepat:
1. setelah lama memakai pc win xp akan menyimpan informasi di dalam folder x:>windowsprefetch. x adalah drive dimana anda menginstall windows. hapuslah isi folder tersebut. hanya isinya jangan hapus foldernya. lakukan hal ini seminggu sekali.
2.lakukan scandisk dan defragment secara teratur.
3. hapus semua file temporary dalam pc anda.
- hapus isi folder x:windows emp
- masuk internet explorer-tools-internet options lalu hapus file temporary interner files.
4. matikan efek-efek visual yang tidak diperlukan, ini akan membuat win xp berjalan lebih cepat.
5.turunkan jumlah warna yang dipakai jika tidak terlalu diperlukan ubahlah dari 32 bit menjadi 16 bit dan juga resolusi jika tidak perlu. tetapi jangan turunkan refresh rate karena akan membuat mata anda cepat lelah.
sekian tips dari saya jika ada tips lain akan saya kirimkan. kritik dan saran anda saya nantikan.

___________________________________________________________________________
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/09/26092003/18591&mini=

Pengolah Text, Editor All Files


Anda bisa membuka aplikasi ini lewat menu Start > Program > Accessories > Notepad. Dan aplikasi ini pasti ada untuk semua PC yang berbasis OS Windows.

Lalu apa keistimewaannya? Kalau ditilik sepintas, aplikasi ini hanya seperti memopad (catatan memo). Memang benar juga sih. Hal ni dikarenakan file hasil olahan Notepad memang hanya dalam bentuk format *.txt. Sepele memang. Hal lainnya karena aplikasi ini cuman untuk mengolah text, tidak ada untuk tabel, gambar dan semacamnya.

Tapi coba lihat, apabila Notepad ditulisi dengan kode – kode HTML dan disave dalam type all files, serta diberi ekstension *.html atau *.htm pada akhir file name, maka hasil keluaran Notepad adalah sebuah situs dengan berbagai macam dan corak. Pernahkah anda memikirkan bahwa XML, JavaScript, ASP dan PHP bisa diedit lewat Notepad, begitupun dengan situs PintuNet ini?

Saya mengatakan kalo Notepad adalah 'Editor' untuk seluruh file. Karena Notepad-lah yang mendukung fitur Save ke dalam seluruh type file.
Program ini bisa untuk membuat file Registry (*.reg) yang biasanya dibuat lewat Registry Editor. Pernah saya menggunakan untuk mengubah format file .ps dari Linux ke format .pdf untuk Adobe Acrobat Reader-nya Windows.

Kunci dari pemakaian Notepad sebagai editor seluruh file sebenarnya hanyalah dengan mengetahui kode-kode untuk setiap file. Bila anda mengetahui kunci yang tadi itu, saya yakin kalo anda pasti bisa membuat file-file image (jpg, *gif, *bmp), file-file musik (.mid, *.mp3) dan berbagai format file lainnya. Karena jika anda tidak tahu kode-kode untuk setiap file, maka bisa jadi nada akan mendapatkan hasil yang sangat mengecewakan.

Hanya saja satu yang saya belum ketahui dengan pasti ialah bisakah Notepad ini untuk mengolah atau mengedit file yang bereksistensi *.exe dari sebuah file aplikasi. Lagi lagi kelemahan dari Notepad ini ialah terbatasnya area penulisan dan fasilitas Undo yang hanya sekali


Nilai yang diberikan (Nilai Overall)
___________________________________________________________________________
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/09/23092003/18418&mini=

Merampingkan Ukuran Dokumen Ms. Word Yang Sering Didedit


Jika kita mengedit suatu dokumen Ms. Word kemudian kita save, sudah pasti ukuran dari file tersebut akan bertambah besar, meskipun kita cuma menambahkan satu huruf saja. Hal ini tentu akan membuat media penyimpan file bertambah sesak.

Agar penambahan ukuran file tidak terlalu besar, ternyata ada trik yang sangat mudah dilakukan.

caranya adalah sebagai berikut :
- Buka file yang akan Anda edit (saya umpamakan file tersebut bernama dokumen.doc),
- Edit file tersebut sesuai dengan kebutuhan yang Anda inginkan,
- Setelah selesai Anda mengedit file tersebut, simpan dengan nama yang sama, atau cukup disave saja . Biarkan file tersebut tetap terbuka.
- Kemudian Anda simpan file tersebut dengan nama lain dengan melalui Save As(misalnya dokumen1.doc).


Jika Anda amati, tentu ada perbedaan antara file pertama (dokumen) dengan file yang kedua (dokumen1.doc). File yang pertama berukuran lebih besar dibandingkan dengan file yang kedua.

Demikian tips dari saya, semoga tips ini bermanfaat.
___________________________________________________________________________
http://salsabilillahuey.multiply.com/journal/item/3

Menonaktifkan Fitur Automatic Updates

Windows XP Service Pack 2 memiliki keamanan lebih dibandingkan Windows versi-versi sebelumnya. Tiga kunci dari pengamanan ini, adalah melalui Firewall yang terintegrasi dengan Windows, antivirus yang di-update secara berkala serta pengaktifan automatic updates yang akan mendownload update Windows terbaru jika Microsoft menyediakan perbaikan untuk Windows. Karenanya, tak salah jika Microsoft menyebut Windows XP SP2 ini memiliki teknologi keamanan yang lebih baik.
Pengamanan melalui automatic update sangat bermanfaat jika Anda terkoneksi dengan Internet. Anda akan mendapatkan semua update penting yang tersedia. Apabila ternyata PC Anda tidak terhubung dengan internet, Anda dapat mematikan fitur autoupdate ini melalui [Start] > [Control Panel] > [Performance and Maintenance] > [System] > [Automatic Updates] > [Turn off Automatic Updates].
Cara penonaktifan di atas memang cukup efektif dan mudah dilakukan. Namun ternyata cara tadi bisa dipandang tidak efisien dari sisi sumber daya hardware. Ini disebabkan layanan update sebenarnya masih bekerja di belakang layar. Artinya, terdapat pemborosan resource di PC Anda. Agar ini tidak terjadi, Anda harus mematikan layanan automatic update melalui Administrative Tools. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Klik [Start] > [Control Panel] > [Performance and Maintenance] > [Administrative Tools] > [Services].
2. Pada jendela Services, carilah layanan dengan nama Automatic Updates kemudian klik ganda service tersebut.
3. Ubah Start-up type yang sebelumnya berada pada posisi [Automatic] menjadi [Manual].
4. Hentikan layanan yang sedang berjalan dengan mengklik tombol [Stop]. Sesaat kemudian proses penghentian akan dilaksanakan.
5. Klik OK untuk menutup Automatic Udpates Properties (Local Computer).
___________________________________________________________________________
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/07/24072003/16670&mini=

Mengenal Registry Windows


Registry yg ada di windows digunakan untuk menyimpan setting - setting untuk seluruh hardware, software, user dan preference yang dinginkan user untuk versi Windows 95, 98, ME dan NT/2000. Saat si user tersebut menginstall program, mensetting policy(maksudnya siapa yang berhak untuk melakukan tugas tertentu) semua itu disimpan di dalam registry windows.

File yang digunakan untuk membentuk registry windows berbeda tergantung versi windowsnya, misal untuk win 95/98 kita menggunakan USER.DAT dan SYSTEM.DAT.
Nah sudah baca artikel saya yang lalu belum yang judulnya 'Breaking Admin Password', file yang mempengaruhi sekuriti dari win2k adalah salah satu yang saya sebut di atas.

Untuk win ME ada tambahan file CLASSES.DAT. Bisakah kita mengubah sendiri registry itu...he he he, misal kita ingin menghilangkan icon - icon di desktop yang ga bisa kita delete kayak My computer dan konco - konconya, disinilah registry itu berguna. Bisa dibilang ginjalnya windows adalah registry, saat kita tau seluk - beluknya semua akan mudah.

Sorry ya kalo jadi boring dari sini... OK registry windows memiliki struktur hirarkis yang walaupun terlihat memusingkan tapi sebenarnya hampir mirip dengan struktur folder2 di Windows anda.

Ada 6 cabang utama di registry windows:
HKEY_CLASSES_ROOT, mencakup setting - setting inti dari windows anda
HKEY_CURRENT_USER, mencakup setting - setting dari user yang login
HKEY_LOCAL_MACHINE, berisi info spesifik tentang hardware,software,dll
HKEY_USERS, berisi perference untuk masing - masing account user di OS
HKEY_CURRENT_CONFIG, berhubungan dengan HKEY_LOCAL_MACHINE
HKEY_DYN_DATA, disini disimpan info tentang hardware plug & play
___________________________________________________________________________
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2008/03/17032008/74672&xref=/pintunet.php?vpid=160802

Menambah Background Pada Sheet Dalam Microsoft Excel


Untuk menambah suatu penampilan agar kelihatan lebih cantik pada sheet terutama saat kita bekerja menggunakan Microsoft Excel maka perlu penambahan background sehingga tampilan dari lembar kerja kita lebih menarik dan mengurangi rasa jenuh atau bosan dalam bekerja. Background ini tidak dicetak jika melakukan perintah print.

Cara untuk melakukan penambahan pada background kedalam lembar kerja (sheet) adalah sebagai berikut :

1. Klik sheet yang akan Anda buat background-nya, misalnya Sheet1

2. Lalu klik [Format]>[Sheet]>[background]

3. Setelah muncul kotak dialog Sheet Background, cari dan pilih gambar yang akan dijadikan sebagai background

4. Klik [Insert]. Nah, sekarang Sheet yang kita pilih tersebut Sheet1 akan ditambahkan Background-nya sesuai dengan gambar yang kita pilih tadi.

Apabila Anda tidak menginginkan tampilan background tersebut dan menghilangkannya tinggal melakukan perintah sebagai berikut :

Klik [Format]>[Sheet]>[Delete Background]

SELAMAT MENCOBA

Senin, 07 Juli 2008

Cara menghilangkan peringatan WGA

Peringatan WGA (Windows Genuine Activation) bisa dihilangkan dengan cara :

Buka task manager lalu matikan program wgatray.exe, kemudian restart ke
dalam safe mode. Terus…

1. Delete File WGAtray.exe dari c:\windows\system32
2. Delete File WGAtray.exe dari c:\windows\system32\dllcacheBuka windows registry editor dan delete folder “WGALOGON” ada di HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\microsoft\windowsNT\CurrentVersion\Winlogon\NotifyTerus… non aktifkan Windows Automatic Update di:
Control Panel > System > Automatic Update > Off.
Lalu restart kembali seperti biasa.

Sumber: dari milis.
O, ya. Tahu dong, kalo menghilangkan WGA ini gak bikin otomatis Windows kamu jadi Original

http://simkesugm07.wordpress.com/2007/10/25/cara-menghilangkan-peringatan-wga/-widyawan hp-

10 cara memperbaiki XP yang tidak bisa BOOT

Ketika semua perangkat keras anda berfungsi dengan baik tapi OS Windows XP anda tidak bisa melakukan boot maka anda harus mulai mencari cara untuk bisa masuk ke OS demi menemukan masalahnya dan memperbaikinya. Ini adalah 10 cara yang dapat anda coba jika hal ini terjadi pada anda:

1. Gunakan Windows Startup Disk Salah satu hal pertama yang harus anda cari adalah Windows startup disk. Floppy disk ini akan sangat berguna jika masalahnya terletak pada file yang digunakan OS untuk memulai Windows yang ternyata rusak.Untuk membuat sebuah startup disk, masukkan sebuah floppy disk pada komputer lain yang Windows XP-nya berfungsi dengan baik, buka My Computer, klik kanan pada icon floppy disk dan pilih Format. Pada dialog box Format, jangan ubah settingnya dan klik Start. Setelah selesai diformat tutp dialog box Format dan kembali ke My Computer. Dobel klik ikon drive C utuk masuk ke root directory dan kopi ketiga file ini ke floppy disk.1. Boot.ini2. NTLDR3. Ntdetect.comSetelah anda selesai membuat Windows startup disk, masukkan floppy disk ini ke floppy drive komputer yang Windows XP-nya ingin diperbaiki dan tekan [CTRL][Alt][Delete] untuk me-reboot komputer.

2. Gunakan Fitur "Last Known Good Configuration "Anda juga bisa mencoba melakukan boot dengan fitur Last known Good Configuration. Fitur ini menggantikan konten dari CurrentControlSet registry key dengan sebuah backup copy yang terakhir kali digunakan untuk memulai OS dengan baik.Restart komputer anda dengan menekan [Ctrl][Alt][Delete], ketika anda melihat tulisan ?Please select the operating system to start? atau terdengar bunyi beep, segera tekan [F8] untuk menampilkan menu Windows Advanced Options. Pilih Last Known Good Configuration dari menu dan tekan [Enter]. Harus diingat bahwa anda cukup mencobanya sekali saja, dengan kata lain jika cara ini tidak menghidupkan kembali Windows XP anda berarti backupcopynya juga telah korup.

3. Gunakan System Restore System Restore adalah sebuah aplikasi yang terus mengawasi perubahan pada komponen penting sistem. Ketika suatu perubahan penting dilakukan, System Restore akan membuat backup copy yang disebut restore points dari komponen penting sistem sesaat sebelum perubahan itu dilakukan. Konfigurasi default dari System Restore adalah membuat restore points setiap 24 jam.Restart komputer anda dengan menekan [Ctrl][Alt][Delete], ketika anda melihat tulisan ?Please select the operating system to start? atau terdengar bunyi beep, segera tekan [F8] untuk menampilkan menu Windows Advanced Options. Pilih Safe Mode dan tekan [Enter]Setelah Windows XP masuk ke Safe Mode, klik Start, pilih All Programs Accessories System Tools dan pilih System Restore. Karena anda sedang dalam Safe Mode maka pilihan yang tersedia hanya Restore My Computer To An Earlier Time, jadi klik Next dan ikuti prosedur wizard-nya.

4. Gunakan Recovery Console Jika kerusakannya ternyata cukup parah maka anda harus menggunakan CD Windows XP untuk mengakses sebuah tool yang dinamakan Recovery Console.Masukkan CD Windows XP dan tekan [Ctrl][Alt][Delete]. Setelah sistemnya melakukan boot dari CD, maka cukup ikuti langkah-langkahnya untuk menjalankan file-file yang dibutuhkan untuk Setup. Ketika anda melihat layar Welcome To Setup seperti di Gambar A, tekan R untuk memulai Recovery Console
Kemudian muncul menu Recovery Console, seperti pada gambar B. Menu ini menampilkan folder yang berisi file-file OS dan meminta anda untuk memilih OS yang ingin anda akses. Cukup tekan angkanya dan anda akan diminta untuk memasukkan password adminstrator. Anda kemudian akan dibawa ke prompt Recovery Console.

5. Memperbaiki Boot.ini Yang RusakPada saat OS Windows XP mulai berjalan, program Ntldr melihat file Boot.ini untuk menntukan dimana file-file OS berada dan opsi mana yang harus diambil sementara OS terus berjalan. Jadi jika file Boot.ini bermasalah maka Windows XP tidak akand dapat melakukan boot dengan benar.Jika anda mencurigai bahwa Windows XP anda tidak bisa boot karena file Boot.ini yang rusak, maka anda bisa menggunakan versi khusus Recovery Console dari tool Bootcfg. Tentu saja anda harus terlebih daulu melakukan boot pada sistem anda dengan CD Windows XP dan mengakses Recovery Console seperti pada cara nomor 4.Untuk menggunakan tool Bootcfg, dari coomand prompt Recovery Console ketikBootcfg /parameterGantilah /parameter dengan salah satu parameter dibawah ini/Add -- Memindai disk untuk semua instalasi Windows dan memperbolehkan anda untuk menambahkan yang baru pada file Boot.ini/Scan -- Memindai disk untuk semua instalasi Windows/List -- Daftar setiap entry pada file Boot.ini/Rebuild -- Membuat kembali file Boot.ini secara total dimana pengguna harus mengkonfirmasi setiap langkahnya./Redirect -- Mengalihkan proses boot ke sebuah port ketika menggunakan fitur Headless Administration. Redirect parameter-nya membutuhkan dua parameter, [Port Baudrate] [UseBiosSettings]./Disableredirect -- Mematikan pengalihan.

6. Memperbaiki Partition Boot Sector Yang RusakPartition boot sector adalah bagian kecil dari partisi hard disk yang berisi informasi tentang system file OS (NTFS atau FAT32), sebuah program bahasa mesin yang krusial untuk membantu menjalankan OS.Jika anda mencurigai bahwa Windows XP anda tidak bisa melakukan boot karena partition boot sector yang rusak, maka anda bisa menggunakan sebuah tool Recovery Console khusus yang disebut Fixboot. Lakukan boot dengan CD Windows XP untuk mengakses Recovery Console seperti pada cara nomor 4.Untuk menggunakan tool Fixboot , pada command prompt Recovery Console ketik:Fixboot [drive]:Dimana [drive] adalah huruf dari drive yang ingin anda perbaiki partition boot sector-nya.

7. Memperbaiki Master Boot Record Yang RusakMaster boot record bertanggungjawab untuk memulai prosedur boot Windows, didalamnya terdapat master boot code yang berfungsi untuk mencari partisi aktif atau bootable pada partition table. Jika master boot record mengalami kerusakan maka partition boot sector tidak akan bekerja dan Windows tidak akan bisa boot.Jika anda mencurigai bahwa Windows XP anda tidak bisa melakukan boot karena master boot record yang rusak, maka anda bisa menggunakan sebuah tool Recovery Console yang disebut Fixmbr. Lakukan boot dengan CD Windows XP untuk mengakses Recovery Console seperti pada cara nomor 4.Untuk menggunakan tool Fixmbr, pada command prompt Recovery Console ketik:Fixmbr [device_name]Dimana [device_name] adalah device pathname untuk drive yang ingin anda perbaiki master boot recoed-nya. Contoh device pathname untuk drive C:\Device\HardDisk

08.Mematikan Automatic RestartKetika Windows XP mengalami fatal error, maka default setting untuk mengatasi error tersebut adalah dengan otomatis melakukan reboot pada system. Jika error tersebut terjadi pada saat Windows XP sedang melakukan boot, maka OS akan terjebak untuk terus menerus melakukan reboot. Jika hal ini terjadi, maka anda harus menonaktifkan pilihan Automatic Restart On System Failure.Ketika Windows XP mulai melakukan boot dan anda melihat tulisan ?Please select the operating system to start? atau terdengar bunyi beep, segera tekan [F8] untuk menampilkan menu Windows Advanced Options. Pilih Disable The Automatic Restart On System Failure dan tekan [Enter]. Windows XP akan berhenti ketika mengalami error dan mungkin akan menampilkan pesan yang dapat anda gunakan untuk mendiagnosa masalahnya.

9. Memulihkan Dari BackupJika kelihatannya anda tidak bisa memperbaiki sistem Windows XP anda yang tidak bisa boot dan anda memiliki backup yang belum terlalu lama, maka anda bisa memulihkan sistemnya dari backup tersebut. Metode yang harus digunakan untuk memulihkan sistemnya tergantung dari backup utility apa yang anda gunakan, jadi anda harus mengikuti instruksi utility tersebut dalam melakukan pemulihan sistem.

10. Melakukan UpgradeJika anda tidak bisa memperbaiki sistem Windows XP yang tidak bisa boot dan anda tidak memiliki backup, maka anda bisa melakukan upgrade. Hal ini akan me-reinstall Ps ke folder yang sama, seperti anda emngupgrade dari suatu versi Windows ke versi lainnya. Sebuah upgrade biasanya akan menyelesaikan semua atau sebagian besar masalah boot pada Windows.Masukkan CD Windows XP anda, lakukan restart dan boot dari CD tersebut. Anda akan melihat layar Windows XP Setup (seperti pada gambar A). Tekan [Enter] untuk memulai prosedur Windows XP Setup. Anda akan melihat halaman License Agreement dan tekanlah [F8] untuk menyetujuinya. Setup kemudian akan memindai hard disk untuk mencari instalasi Windows XP yang sebelumnya. Ketika ia menemukannya, anda akan melihat layar Windows XP Setup yang kedua seperti pada gambar C.
Layar ini akan meminta anda untuk menekan R untuk memperbaiki instalasi yang dipilih atau [Esc] untuk menginstall kopi Windows XP yang baru. Dalam kasus ini, melakukan perbaikan pada Windows XP akan sama saja dengan melakukan upgrade, jadi anda harus menekan R. Setup kemudian akan memeriksa disk drive pada sistem dan mulai melakukan upgrade.Ingatlah bahwa setelah anda melakukan upgrade atau perbaikan instalasi maka anda harus menginstall ulang semua update Windows.

ref
http://bonny-pcr-07.blogspot.com/2007/10/10-cara-memperbaiki-xp-yang-tidak-bisa.html