Jumat, 13 Juni 2008

Muhammad Arsyad Al - Banjary

Sedaun sirih, cerita tentang asal mula kampus swasta yang berada tepat di kalimantan selatan.

yaitu UNISKA ( universitas islam kalimantan ) memang di lihat sekilas gak ada
sangkut pautnya
dengan kampus tapi ini hanya sekedar
obsesi mural
dimana para seni mengakpresiasikan segala uneg - unegnya di media apapun walau hanya sebuah coretan belaka ^_^
A. RIWAYAT SINGKAT

1. Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary

Tulisan ini di himpun dari berbagai litaratur dan makalah yang di sajikan oleh Pemakalah Dr.H.Abdurahman.SH.MH dengan Prof.Aswadie Syukur.LC pada diskusi Ilmiah “Pemahaman Kitab Sabilal Muhtadin Karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary Dalam Perspektif Hukum Islam” yang di selenggarakan oleh Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary dalam rangka kegiatan Lustrum V dan HUT UNISKA XXV pada tanggal 20 mei 2006 di Banjarmasin

2. Profil Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary

Pada abad ke- 18 di kawasan Kalimantan terdapat seorang Ulama besar yang sangat Kharismatik, terkenal bukan saja di kalimantan tapi di seluruh Asia Tenggara. Beliau adalah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary yang terkenal melalui karya tulisnya Kitab “ Sabilal Muhtadin Li-Al Tafaquhi-Fi-Al-Din” yang selalu di baca dan di jadikan rujukan dalam Ilmu Fiqih. Bibliografi tentang tanggal kelahirannya Syekh Muhammad Al-Banjary oleh beberapa kalangan di kemukakan sebagai berikut :

  1. Menurut Syekh Abdurahman Siddik dalam Risalah Sarajatul Arsyadiyah (1973) menyebut nama Beliau Syekh Muhammad Arsyad Bin Abdullah Al-Banjary, di lahirkan di kampung Lok Gabang pada jaman Pemerintahan Sultan Tamidillah Bin Sultan Tamjidillah pada tanggal 13 safar 1122, (Siddik, 1973:4)
  2. Abu Daudi: mengacu pendapat Alimul Alamah H. Muhammad Arsyad, bahwa Syekh Rasyad Al-Banjary bukan lahir pada tanggal 13 safar 1122, tetapi pada tanggal 15 safar 1122 bertepatan dengan kamis malam tanggal 19 maret 1710 m yang ketika kecilnya di beri nama Muhammad Ja`far (Daudi : 2003:03)
  3. Ahmad Basuni : menyatakan bahwa beliau di lahirkan pada 13 safar 1122 atau pada tahun 1703 di masa Pemerintahan Sultan Hidayatullah (Basuni : 1949:39)
  4. Yusuf Halidi : Syekh Muhammad Arsyad lahir pada tanggal 13 safar 1122 atau tahun 1710 m di masa Pemerintahan Sultan Tahillah (Halidi :1984 : 5-6)
  5. Zafri Zam-Zam berpendapat : Syekh Muhammad Arsyad lahir tanggal 13 safar 1122 atau lahir tahun 1710 di masa Pemerintahan Sultan Tahlillah (1700-1734) (Zam-Zam : 1974:6)

Sedangkan menurut Abu Daudi dikatakan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary di lahirkan pada masa Pemerintahan Sultan Tahmidillah atau Sultan Hamidullah Bin Sultan Tahlil yang memerintahkan tahun 1700-1734 ( daudi : 2003 :20). Sultan ini harus di bedakan dengan Sultan Tahmidullah yang memerintah tahun 1787-1801.

Sultan inilah yang meminta kepada Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary untuk menulis Kitab Sabilal Muhtadin dalam tahun 1779 ( Daudi 2003: 20-30)

Mengenai Sultan yang memerintahkan di masa kehidupan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary dapat di lihat dari sejarah Banjar yang di terbitkan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan (2003) sebagai berikut:

1. (1700-1734) : Sultan Hamidullah dengan Gelar Sultan Kuning

2. (1734-1759) : Pangeran Tamjid Bin Sultan Amirullah Bagus Kusuma bergelar Sultan Tamjidillah menggantikan Pangeran Muhammad anak dari Sultan Kuning yang masih belum dewasa.

3. (1759-1761) : Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah Bin Sultan Kuning

4. (1761-1801) : Pangeran Natadilaga adalah sebagai wali putra Sultan Muhammad Aliuddin yang pada masa itu masih belum dewasa, tetapi memegang pemerintahan dan bergelar Sultan Tahmidullah

5. (1801-1925) : Sultan Sulaeman Al – Mumtamidullah Bin Sultan Tahmidullah (Ideham, 2003:70-71)

Jadi selama hidupnya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary sempat mengalami lima masa kesultanan yang memerintahkan kerajaan banjar.

a. Asal usul Syekh Muhammad Aryad Al-Banjary

Dalam risalah Sarajatul Arsyadiyah (1937), Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjary “(Siddik, 1937:4) yang dilahirkan di kampung Lok Gabang pada jaman Sultan Tahmidillah.

Sultan Tamjidillah pada tanggal 13 Safar 1122, sedangkan Mufarida Zien mengacu pada tulisan Abu Daudi, manaqib Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary pada peringatan haul ke-184 dalam pagar, martapura 1991, menyatakan bahwa beliau berasal dari keturunan seorang sayed yang datang dari Magribi (Zein,1994:14)

Sedangkan Adu Daudi sendiri mengacu pada pendapat Amlimul Allamah Muhammad khatib bin Alimul Allamah Pangeran H.Ahmad Mufti Bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjar “ menegaskan bahwa Abdullah bukan asli bukan orang banjar. Beliau datang dari hindi dan menetap di Lok Gabang sampai akhir hayat. Beliau mempunyai keahlian keahlian dalam seni ukir kayu, beliau juga termasuk orang yang dikasihi oleh sultan di masa itu.

Menurut pendapat lain mengatakan, konon kabarnya beliau sengaja di datangkan dari pedalaman, tepatnya di kampung Jambu dekat kota Kandangan untuk melakukan kegiatan pertukangan (seni ukir kayu untuk pembangunan istana ) daudi,2003:37.

Selanjutnya di kemukakan Dr.Abdurahman,SH,MH. Bahwa beliau adalah keturunan dari Sultan Mindanau di Pilipina yang melarikan diri ketika berperang dengan Portugis (Abdurahman, 1992: 25)

Sedangkan Muchlis Shabir yang mengacu pada tulisan Baliq yang datang dari Magribi kepilipina dengan mendirikan kerajaan islam mindanau, konon istilah “Mindanau” berasal dari kata Min Indiana yang bermakna “dari kerabat kita” sewaktu salah seorang putranya yang bernama Addur Rasyid bermaksud pergi ke mekkah dengan menumpang angkutan perahu, kemudian dalam perjalanan mengarungi laut.perahu tersebut di terjang badai sehingga mengakibatkan kapal yang ditumpanginya hanyut terbawa arus hingga ke muara banjar.

Selanjutnya beliau naik kedarat menyamar sebagai orang biasa, kemudian menikah dengan seorang perempuan suku banjar dan melahirkan beberapa anak di antaranya Abu Bakar dan kemudian Abu Bakar inilah yang melahirkan Abdullah (Shabir, 2005:6)

3. Karya utama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary di kenal sebagai seorang Ulama terkemuka, juga beliau sebagai seorang pengarang. Para penulis mengungkapkan perihal jumlah karya-karya yang beliau tulis mengenai jumlah atau penyebutannya.

1. Sumber tertua yang di susun oleh K.H.Abdurahman Siddik (1857-1939) dalam risalah Sarajatul Arsyadiyah (1939:9-10) hanya menyebutkan 7 karya beliau. Sirajuddin Abbas (1905-1908) menyebutkan ada 8.

2. H.M. Sagir Abdullah menyebutkan ada 10 buah karya tulis beliau.

3. Abu Daudi dalam bukunya menyebutkan ada 11 kitab yang ditulis Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary.

4. Dalam karya tulis Haji Jumri Bin haji Roys menyebutkan ada 13 judul karya tulis yang beliau hasilkan

5. dalam penelitian yang dilakukkan oleh Mufrida Zein di kampung dalam Pegar Martapura menemukan sebanyak 14 karya tulis yang di hasilkan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary.

Sebenarnya masih banyak sumber-sumber entang karya tulis beliau yang dapat di kemukakan dalam tulisan ini seperti :

1. Ushul ad Din (1188.II)

2. Tuhfat ar Raghibin fi BaHaqiqat Iman Al-Mukminin wa ma Yufsiduh min Riddat al min (1188.H)

3. Kitab Al –Faraidh

4. Kitab An-Nikah, pernah diterbitkan di Istambul 1304 dan pada tahun 1418 dicetak ulang yayasan pendidikan islam dalam pagar (YAPIDA) martapura Luq That Al-Alan/Al-Qoul Al-Mukhtashar Fi alamat Ald Al-Muktahar pada tahun 1196

5. Kanz Al-Ma`rifah

6. Ilmu Falaq

7. Fatwa Sulaiman Kurdi

8. Mushaf Al-Qur`an Al-Karir

9. Sabilal Al-Muhtadin, yang lengkapnya berjudul Sabil Al-Muhtadin li at Tafaqquh fi amr ad din ini merupakan Fiqh Melayu yang sangat terkenal di Nusa, Malaysia, Thailand dan Kamboja dan merupakan hasil karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary yang monumental. Kitab ini tersimpan di berbagai perpustakaan- perpustakaan besar dunia seperti Mekah, Mesir, Turki, dan Bairut.(Shabir,2005:19-2)

  1. Latar Belakang Berdirinya Uniska.

Pembangunan daerah kalimantan selatan telah mencapai titik perkembangan di segala aspek kehidupan masyarkat, bergerak semakin cepat yang melibatkan semua unsur manusiawinya. Pembangunan daerah memerlukan tenaga yang terampil berdaya guna dan berhasil guna dan berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luas.

Salah satu sector pembangunan tersebut adalah sector pendidikan, baik di tingkat dasar, menengah dan utamanya di tingkat perguruan tinggi yang mencetak sarjana sebagai penerus pelaksana pembangunan yang bekerja secara interdisipliner dan menanggulangi segala permasalahan secara pragmatis.

Untuk memenuhi harpan tersebut, sebagai realisasi falsafah pendidikan yang berdasarkan UU pendidikan no 45 tahun 1961 serta UU Perguruan Tinggi no 22 tahun 1961. perwujudan pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi sangat wajar, kalimantan selatan memiliki perguruan tinggi islam yang mengingat penduduknya sebagian besar menganut agama islam dan kota madya banjarmasin sebagai ibukota propinsi kalimantan selatan.

Sebelumnya telah memiliki perguruan tinggi universitas lambung mangkurat, yang keberadaannya belum dapat menampung semua aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat sebab pada waktu itu terjadi ledakan lulusan SMTA. Atas dasar tersebut, bapak gubernur kepala daerah tingkat 1 propinsi kalimantan selatan, melaui serat rekomendasi No,135/ rek/ kes/ 1981 tanggal 18 juli 1981 dan kepala kantor wilayah dekdikbud propinsi kalimantan selatan dengan suratnya no42/1.152/1.81 tanggal jli 1981. atas dasar rekomendasi tersebut maka di rintislah bina universitas islam kalimantan

  1. Sejarah Singkat Lahirnya Uniska

K.H.Zafri Zam Zam pada tahun 1961 di kalimantan selatan di dirikan Universitas Islam Antasari (UNISAN) yang mempunyai cabang-cabang hampir di semua Universitas Tk.II kalimantan selatan, padat itu unisan satu-satunya pts di daerah ini. Kurang lebih 3 tahun, pada tahun 1964 unisan resmi menjadi IAIN antasari sebagi IAIN sunan kalijaga cabang banjarmasin, dengan restu almarhum K.H.Zafri zam zam sendiri. Kemudian dalam sejarah kalimantan selatan yang berlangsung di banjarmasin tanggal 23s/d 25 september 1973 yang di susul lagi dengan seminar sejarah kalimantan selatan tanggal 8 s/d 10 april 1976 para tergugah kembali gagasan mendirikan perguruan tinggi yang mengambil nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk kenangan kenangan akan jasa yang sangat besar sebagai tokoh pembaharu penyebar agama islam pertama di kalimantan selatan.

Gagasan yang di maksud merupakan perwujudan dari keinginan dua orang tokoh agama dan ilmuan yaitu K.H. Zafri Zam Zam (Rektor IAIN antasari) dan Prof.Anwari ( Rektor Universitas Lambung Mangkurat), namun gagsan tersebut belum terwujud karena kedua tokoh di atas telah meninggal dunia, akhirnya keinginan kedua tokoh tersebut juga merupakan keinginan masyarakat kalimantan yang berdomisili di Jakarta, maka pada tahun 1981 didirikanlah yayasan universitas islam kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan akte notaris no.6tanggal 7 juli 1981 dengan rekomendasi kepala kantor dekdikbud propinsi kalimantan selatan,di rintis pendirian Uniska yang pada tahun akdemik 1981/1982 itu juga, tepatnya tanggal 14 juli 1981 pada tahap permulaan di buka akademi yaitu ;

Akademi yang pertama kali didirikanlah Publisistik, dengan jumlah mahasiswa baru 125 orang sebagai kepedulian terhadap dunia pendidikan gubernur kepala daerah tingkat 1 propinsi kalimantan selatan berkenan meresmikan pembukaan fakultas tersebut, di samping di bukanya akademi publisistik juga didirikan Akademi Bahasa Asing dengan 125 orang mahasiswa baru yang peresmian pembukaannya oleh kepala kantor wilayah Depdikbud propinsi kalintan selatan

Guna menambah pengalaman untuk perkembangan uniska selanjutnya di adakan studi banding pada januari 1982 dengan mengutus Drs.H.M Amberipane dan dua orang dari unsur Yayasan Perwakilan Jakarta yaitu Drs.H.M.E.Z Muttaqien (Rektor Unisba dan Ketua Gabungan PTS) memberikan petunjuk bimbingan agar akademik-akademik tersebut dapat segera di tingkatkan setatusnya menjadi Fakultas melalui prosedur yang sudah di tetapkan oleh Mendikbud dan segera menghubungi koordinator Kopertis wilayah VII Surabaya.

Setelah melalui proses panjang dalam rangka mempersiapkan proses usulan peningkatan akademi menjadi Fakultas, maka pada tahun 1982/1983 yang merupakan tahu ke-2.

Yayasan Uniska mengubah nama kedua akademi tersebut menjadi Fakultas dengan Fakultas yang di bina ialah :

  1. Akademi Publisistik menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (fisip) Jurusan Komunikasi dengan Program Studi Jurnalistik, dan Jurusan Administrasi dengan program studi Administrasi Negara
  2. Akademi Bahasa Asing menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Bahasa Dan Seni Program Studi Bahasa Ingris, dan Jurusan Ilmu Pendidikan dengan program studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Bersamaan dengan berdirinya pula Fakultas Baru yakni Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Perusahaan dan Fakultas Pertanian dengan jurusan Peternakan program studi Produksi Ternak.

Dalam bulan Februari 1985, keempat Fakultas tersebut telah mendapat status terdaftar di Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI dengan SK. Mendikbud no 070/O/1986 tanggal 23 mei 1986.

Status terdaftar suatu perguruan tinggi swasta merupakan Manifestasi kepercayaan pemerintah kepada uniska dalam pengelolaan perguruan tinggi di bawah koordinasi kopertis wilayah VII Surabaya dan di lanjutkan pada tahun 1990 di bawah koordinasi kopertis wilayah XI kalimantan selatan di Banjarmasin

Berikutnya pada tahun 1993 itu pula pemerintah memberikan kepercayaan kepada uniska dengan di berikannya statusnya dari “terdaftar” menjadi “diakui” kepada keempat Fakultas yakni Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Poltik, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonmi Dan Fakultas Pertanian, sesuai dengan SK Dirjen Depdikbud RI Nomor 625/Dikti/Kep/1993 tanggal 23 november 1993.

Selanjutnya pada fakultas eksakta yakni teknik mesin, antara lain dikemukakan oleh Rektor bersama-sama dengan yayasan uniska antara lain oleh Drs.H.M.Amberipane (Rektor), Drs.Muhammad Alfani M.Si.(pembantu Rektor), H.Sybelie Mahmud ,BA (Karo Amd Umum Dan Keuangan) serta H.Sutera Alie Syahir (ketua II Yayasan). gagasan pendirian fakultas teknik tersebut didukung oleh anggota senat uniska dan yayasan uniska, sehingga ditunjuklah pembantu Rektor 1 sebagai penanggung jawab pendirian, dan Drs.Ir.H.Sanusi ditunjuk sebagai ketua panitia pendirian fakultas teknik dengan sebagian (18%) mengunakan dana UNISKA dan sekitar 82% menggunakan dana pribadi bapak H.Sadjoko (ketua Umum Yayasan)

Atas dukungan kopertis wilayah XI dan civitas akademika uniska, maka pada tahun 1998 telah berdiri Fakultas Teknik Uniska Program DIII Teknik Mesin sesuai Surat Keputusan. Dirjen dikti no 289/dikti/kep/1998 tanggal 14 agustus 1998 tentang status terdaftar. Demikian pula dalam tahun 1998 ini telah terjadi perubahan nama Fakultas Syariah Uniska Program Studi Muamalat Jinayat sesuai dengan SK Dirjen Binbaga Islam no E/163 /1998 tentang status terdaftar menjadi Fakultas Agama Islam Program Studi Muamalat. Sehingga terhitung tahun akademik 1998/1999 uniska telah memiliki 6 Fakultas dengan 8 program studi. Program studi yang di laksanakan dalam kurun waktu yang cukup lama masih mampu berkompetisi dalam penempatan tenaga kerja.

Ke-6 fakultas dan 8 program studi tersebut adalah Fisip dengan program studi Administrasi Negara Dan Jurnalistik. Fkip dengan program Bimbingan Konseling dan Bahasa Inggris, Fakultas Ekonomi dengan program studi Manajemen, Fakutas Agama Islam dengan program studi Muamalat, Fakultas Ternak dengan program studi Produksi Ternak, dan Fakultas Teknik dengan program DIII Teknik Mesin dan S1 dengan Teknik Informatika dan Teknik.

Pada ahun 1998 dari 8 program studi di ajukan 6 program studi di usulkan kepada kepada badan akreditasi nasional(BAN-PT) untuk dilakukkan verifikasi dan berhasil dengan peringkat “C” 5 program studi sedangkan 1 program studi belum berhasil dan dalam kurun waktu singkat akan di ajukan kembali untuk dilakukan verifikasi ulang untuk mendapatkan peringkat B, hal ini dilakukan untuk mengimbangi tuntutan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, maka universitas islam kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary pada tahun 2001/2002 di ajukan kembali 5 program studi untuk diverifikasi gun Kenaikan peringkat (B/A/A+) dan mengajukan 2 program studi untuk peringkat minimsl “C” pada saat ini Tim Assesor BAN-PT telah melkukkan kegiatan penilaian dan evaluasi untuk seluruh program studi yang di ajukan untuk diverifikasi.

Tahun 2002 program studi bimbingan konseling dan bahasa ingris dan tahun 2004 program studi Administrasi berhasil mendapat peringkat “B” dari badan Akreditasi nasional (BAN-PT). Sementara program studi produksi ternak, manajemen dan komunikasi jurnalistik baru mendapatkan peringkat “B” pada bulan oktober tahun 2006.

Penambahan fakultas baru, sehingga di usulkan fakultas kesehatan masyarakat, alasan dipilihnya program studi ini adalah karena kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah kalimantan selatan masih di butuhkan, maka Rektor mengusulkan melalui senat dan yayasan uniska yang selanjutnya mendapat tanggapan positif dari civitas akademika. Fakultas kesehatan masyarakat mulai menerima mahsisiwa baru secara resmi pada tanggal 15 september 2003 oleh wakil gubernur propinsi kalimantan selatan (dr.H.Husin kasah)yang disaksikan oleh wakadis kesehatan propinsi kalimantan selatan (dr.Manahan K,pangribuan) wakadis depdiknas propinsi kalimantan selatan ( Drs. Humaidi syukuri rompas), pembina yayasan uniska (H. tadjudin noor dan H.sutra alie syahir), pengurus yayasan (ir.Gt.irhamni,MT dan pengurus lainnya) yang selanjutnya tanggal 26 september 2003 telah di mulai kuliah perdana oleh Dr.H.Zairullah Azhar,M.Sc. kepada dinas kesehatan propinsi kalimantan selatan yang diikuti oleh 108 mahasiswa.

1 komentar:

backtobasic561 mengatakan...

Assalamualaikum. Saya sangat berminat tentang ketokohan Sheikh Muhammad Arshad Al-Banjari. Saya mendapat tahu adanya sebuah buku yang diulis oleh ABU DAUDI berjudul "Maulana Syekh Mohd. Arsyad Al Banjari", Martapura, Kalimantan Selatan, 1980. Saya sangat ingin memiliki buku ini. Harap dapat bantu saya. Terima kasih.

BAHARUDIN ALI MASROM AL-HAJ
Abak Banjar Malaysia
bam.alhaj@gmail.com